Kalau saja kau membaca isi hati ini,
andai saja kau bisa pahami pikiranku,
bahwa mungkin jalanku masih panjang,
sementara kau berada diujung...
Ada batasan berbeda untuk masing2 kita,
kumbang hidup lebih lama daripada bunga,
kumbang kan mati ketika dijemput waktu,
bunga akan dipetik - orang lain, sebelum layu.
Batasan kita berbeda, pahami itu ...
Mungkin jalanmu masih panjang,
sementara aku menjelang akhir.
Ada sesuatu yang membuatmu selalu jauh dariku.
Batu yang keras pun bisa rapuh dan hancur bila dibiarkan termakan masa.
Kuatnya pondasi mungkin kan pupus,
jika tidak (dianggap) berguna - bila yang disangga ternyata terlalu berat.
Apakah sesuatu yang memberatkan hatimu?
Aku hampir lelah dan putus asa,
nyaris kalah sebelum bertarung - karena tak diberi kesempatan bertarung.
Aku hanya bisa duduk bersandar disebuah sudut gelap jauh dari mu,
lalu bergumam, "Dengan siapa kau akan akhiri hidupmu?"
mencari sebilah tulang rusuk kiri yang hilang ...
31.3.09
Who will be next to you?
Diposting oleh membukagelap di 23.00 0 komentar
Bullet in your eyes
Rupanya aku memang harus mencoba melupakannya,
setelah segala sesuatu yang datang dan pergi,
perlahan mengaburkan harapan yang sebelumnya selalu ku genggam,
berpaling dari tatapan matamu yang tak menuju pada ku.
Apakah kau begitu sempurna untukku?
Aku bukan laki2 yang tak berbuat apa2 untuk menyayangi mu
Aku bukan laki2 yang tak bisa apa2 untuk membahagiakan mu
Meski aku tetap manusia yang tak sempurna,
manusia dengan hati kosong tanpa balas cinta.
Rupanya aku benar2 harus berusaha melupakannya,
setelah segala sesuatu yang muncul dan menghilang.
Apakah kau tak pantas untuk ku? Atau justru aku yang tak sepadan untuk mu?
Dengan sebelah mata pun, ia tak pernah membalas mata ku
Aku bukan laki2 yang hanya berdiam diri menghayati perasaan
Aku bukan laki2 yang hanya termenung melamunkan mu, merindukan mu
Rupanya aku mesti melupakannya,
tentang kerinduan ku pada indah lahirnya,
tentang kerinduan ku akan sambutan hatinya,
Aku menyelesaikan kalimat harapan dengan sahaja,
"Aku menanti pintu hatimu terbuka - untukku,
aku tunggu dari jauh, dari dalam gelap,
dalam sunyi kesendirian ..."
Diposting oleh membukagelap di 23.00 0 komentar
Aku adalah aku
Laki-laki takkan lari
Laki-laki takkan pernah sembunyi
karena ia adalah pemberani
karena aku adalah laki-laki,
punya logika, punya hati - perasaan.
Aku takkan lari dan bersembunyi
karena aku adalah laki-laki,
punya iba, punya cinta.
Karena laki-laki adalah pemberani.
I'm a men
I know who I am
I know where I am
I know what I should to
I'm a men
everything in my eyes
everything in my hands
I knew !
Diposting oleh membukagelap di 22.59 0 komentar
Berlalu dan terlupa
Kalau memang mudah untukku melupakan kamu dan semua tentang mu,
mungkin aku akan dengan mudah
mewujudkan semua keinginan hanya dengan satu jentikan jari.
Karena ternyata setiap aku mencoba melupakanmu,
kau justru datang menyelinap disela-sela pikirku.
Karena nyatanya setiap aku berusaha tak mengingatmu,
kau justru membuatku semakin tinggi berharap.
Apa kau sedang bermain dejavu?
Kesendirian ini tidak begitu terasa perih dalam sunyi,
yang justru menghadirkan kembali cerita lalu yang berhikmah.
Kesendirian ini akan terasa begitu nyeri didalam kebahagiaan,
ketika tak ada yang menerima sebagian kebahagiaan yang aku rasa,
ketika tak ada yang disayangi saat aku dilanda cinta,
ketika tak ada yang diajak tertawa disaat aku bercanda ...
Mungkin aku tak perlu melupakanmu.
Karena mengingatmu lebih tenang ...
Karena mengharapkanmu lebih nyaman ...
Karena merindukanmu lebih indah ...
Lebih baik begini jika memang harus seperti ini,
jika ternyata harus lebih lama menanti.
(beautiful day passed for more years)
Diposting oleh membukagelap di 22.58 0 komentar
Tentang dirimu
Tidak mudah untuk mengembalikan apa-apa yang telah berubah,
untuk memahami setiap sudut dan sisi hati serta harapanmu,
untuk membuatmu mengerti apa adanya aku,
karena seakan memang kau membuatnya tak mudah,
karena seolah memang semua hal itu tak ada yang mudah.
Bahkan ketika awal kali mengenalmu.
Meskipun dengan mudah menjalin cerita cinta,
lalu dengan mudah pula mengakhirinya.
Kau memang tak mudah aku dapatkan,
hingga kini pun aku masih harus terus berusaha,
kelak takkan mudah aku lepaskan ...
Diposting oleh membukagelap di 22.57 0 komentar
Seandainya...
Aku berharap bisa mengendalikan waktu,
jika ternyata memang hanya tuan waktu
yang bisa menjawab semua pertanyaan dan harapan.
Akan ku hentikan,
saat bahagia merasuki hati, jiwa dan setiap jengkal raga.
Akan ku putar ulang,
ketika aku perlu menyimak pelajaran yang berhikmah dan melihat kenangan terindah,
Ketika kesalahan itu belum tercipta, ketika masa pedih itu belum hadir.
Akan ku percepat lajunya,
kala aku harus menunggu kepastian yang tak pasti.
Dan akan kubiarka berjalan seperti wajarnya,
bilamana semua seperti situasi yang diinginkan.
Aku berharap bisa menjadi tuan waktu
yang selalu kau perhatikan dan kau perhitungkan keberadaannya,
hingga kau habiskan semuayang kau punya, bersamaku.
Dengarkan setiap detak detik yang bergetar,
rasakan denyut degup jantung ini,
dalam hitungan mundur menuju ambang batas tenaga mengikuti aliran waktu.
Berharap waktu akan berhenti,
tepat saat demua jarumnya berkumpul menjadi satu,
saat semuanya bersatu dalam satu tujuan,
siap mengarungi waktu sebagai nahkoda.
Diposting oleh membukagelap di 22.52 0 komentar
Bukan hanya kata
Aku pikir, cukup hanya dengan kata cinta dan sayang,
nyatanya aku tetap harus memberikan hati.
Aku kira, cukup hanya dengan mencinta dan menyayangi,
ternyata aku harus sedia untuk dicinta dan disayangi.
aku harus sedia untuk dipercaya, dirindukan dan dicemburui.
Rupanya aku tak bisa mengharapkan buah jika tak berbunga.
Dan aku lupa bahwa aku adalah manusia.
Aku pikir, cukup hanya dengan setia dan rindu,
nyatanya aku tetap harus memberikan perhatian dan waktu.
Aku kira, cukup hanya dengan menyimpan fotomu dalam dompetku,
ternyata aku harus menunjukkan kehadiran asmara diantara kita - didalam genggaman kita.
aku harus mendengar dan bercerita tentang keluh dan kisah yang hidup dalam cinta.
Rupanya aku tak bisa meminta cahaya jika tak membuat api.
Aku sempat terlupa bahwa kau adalah wanita yang aku cinta dan mencintai aku.
Baru aku sadari bahwa predikat takkan berarti tanpa subyek,
takkan ada cinta bila yang tercinta tak ada untuk memberi cinta dan menerima cinta.
Aku lupa jika tak hanya aku yang membutuhkan kau,
aku tak ada saat kau membutuhkan aku ...
Sepenuh hati, aku mohon maaf untuk kekhilafan itu - kekurangan ku itu.
Karena ternyata aku terlalu hanyut oleh kesetiaan ku saja.
Karena aku terlalu pongah hanya dengan kata cinta ku yang kau terima.
Aku tak ingat untuk menerima cintamu, membayar setiamu, menjawab rindumu, meredakan cemburumu.
Aku tak ingat untuk mewujudkan cinta itu untuk dinikmati bersama.
Maafkan aku untuk kelemahan ku itu - kesalahan besar dalam hidupku.
Aku harap masih ada kesempatan untuk hadirkan apa yang kau harapkan dariku.
Aku pikir, memang tak akan cukup hanya dengan kata-kata ...
Diposting oleh membukagelap di 22.49 0 komentar
Maafkan aku
Aku baru mengerti satu kata yang selalu kau lagukan begitu tegas pada ku,
Aku baru menyadari dimana letak yang semestinya aku perbaiki,
Aku baru memahaminya saat kau bilang semua sudah terlambat ...
Aku tak berharap kau memberikan aku waktu,
biar Tuhan yang memberikan aku kesempatan.
Aku hanya berharap kau memberi aku pengertian,
biar Tuhan yang menentukan perjalanan kita.
Aku baru mengerti satu bentuk perasaan yang selalu kau serukan padaku ketika terlupakan,
Aku baru menyadari apa yang seharusnya aku lengkapi,
Aku baru memahaminya saat kau bilang semua sudah berlalu ...
Aku tak berharap kau membuka kembali buku lama kisah kita,
biar kubawakan kau buku yang baru untuk kita tulis bersama.
Aku tak berharap banyak pada pintu hatimu yang kini tertutup untuk ku,
kau yang memiliki pintu dan kuncinya, aku hanya bisa mengetuknya.
Aku memang egois,
memaksakan kehendak yang tak bisa aku bagi kepadamu,
melupakan kebersamaan yang sepatutnya aku bagi padamu,
membiarkan kau sendiri menata jiwa untuk menyembuhkan luka hati.
Dimana kesadaran ku saat itu?
Aku telah melukai perasaanmu,
membekas perih yang terbawa hingga kini,
meninggalkan kenangan kelam yang membayangi,
Dimana hatiku saat itu?
Kepada satu orang,
kepada satu-satunya perempuan yang mampu menyempurnakan aku,
kepada satu-satunya perempuan yang mampu memahami dan mengubah aku,
Kepada perempuan yang pernah aku lukai,
kepada Astri Wahyuningsih,
Sekarang kesadaran itu sudah kumiliki, hatiku sudah ku bawa
Bagaimana keadaan pintu hatimu untukku?
Aku melihat Tuhan dari hidupmu,
aku menemukan jalan terbaik menuju hidup yang benar yang pernah jauh dariku.
Aku merasakan surga dari perhatian dan kasih sayangmu,
Aku mendapatkan semangat hidup dari setiap helaan napas mu,
bukan bagaimana aku bisa hidup tanpamu,
melainkan bagaimana aku bisa menjalaninya tanpa ada dirimu ...
Untuk yang pernah kita lewati dengan indah, aku sangat berterima kasih.
Untuk yang pernah kita jalani dalam pedih, aku mohon maaf sebesar-besarnya.
Untuk kesempatan yang belum ku dapatkan kembali, apalagi yang bisa aku tunggu?
Untuk pengertian yang belum kau berikan kembali, berartilah hidup mu untukku.
Hanya tiga perempuan yang sangat berarti dalam perjalanan hidupku hingga kini,
bunda yang melahirkan aku,
Kakak yang menyayangi aku,
dan kau yang pernah mencintai aku ...
Aku berusaha memahami dirimu sedari aku belum mengenal nama mu,
hingga sampai detik yang belum terjamah waktu.
Diposting oleh membukagelap di 22.48 0 komentar
Bulan sabit
Sejenak tercenung dibawah sinar bulan sabit,
aku sadari bahwa ternyata kau semakin menjauh,
menghilang tanpa bekas angin yang menerpa,
pupus dari genggaman tangan.
Lama aku berdiri dibalik jendelamu yang tertutup rapat,
menunggu saat kau bersedia membukanya,
atau sekedar menilai senandung sesalku.
Memamg aku yang salah,
telah begitu lama mengabaikan mu,
hingga hatimu membeku untukku.
Memang aku yang bodoh,
telah begitu dalam melukai mu,
hingga kau luruh beranjak meninggalkan ku.
Simpan kenangan, tepiskan harapan.
Meski sejenak saja, meski harus membunuh seluruh sisa waktu hidupku
berdiri dibawah temaram bulan sabit, dibalik jendelamu
melantunkan gumam harapan
untuk menghangatkan dingin hati mu
dan untuk menyembuhkan luka mu.
Suarakan kata yang pantas dipegang laki-laki,
janji ...
Janji untuk mencinta dan dicinta,
janji untuk melakukan apa saja, segalanya,
memetik bintang, menjelajah angin, bahkan mati ...
Diposting oleh membukagelap di 22.47 0 komentar
Puan untukku
Jika benar kau adalah perempuan yang aku cari,
aku sedia habiskan hidupku untukmu, meski hanya menunggu.
Jika benar aku telah sanggup menetapkan hati,
aku sedia menyerahkannya padamu, meski sekedar merayu.
Tak mudah untuk menumbuhkan dan menyakini perasaan ini,
tak mudah untuk mendekati raga mu, bahkan hati mu.
Seakan terperdaya oleh rasa yang semestinya bisa aku batasi.
Aku adalah laki-laki yang lelah berkelana.
Berdiri sendiri menyepuh luka yang menusuk jiwa,
berdiri sendiri menikmati rasa rindu dan asmara.
Sayuh terjatuh oleh senyum dan pandangan mata nya.
Jika ternyata kau adalah sebilah rusuk kiri ku yang hilang,
aku telah menemukan mu, dan akan kusimpan kau kembali didekat jantungku.
Jika ternyata kau adalah segumpal mimpi ku yang membawa terang,
aku telah wujudkan kau, dan akan ku lindungi cahaya mu.
Tak mudah untuk menjaga dan mengungkapkan perasaan ini,
tak mudah untuk membuatmu memahami apa adanya aku.
Seakan terbelenggu oleh ego dan ketakutan yang membusukkan hati.
Aku adalah laki-laki yang letih bertapa.
Duduk dalam sunyi gelak tawa yang hampa,
duduk dalam sepi kehidupan yang gegap gempita.
Rapuh dan luruh oleh sapa dan gurauan asmara.
Tunggu aku mengucapkan kata, dari mulut yang membeku ...
Tunggulah aku yang masih berlari mendekati mimpi, dekat dimata - jauh digenggaman ...
Terimalah aku ketika waktunya tiba,
temanilah aku mewujudkan mimpi ... Kau salah satu dari mimpi itu.
Diposting oleh membukagelap di 22.46 0 komentar
